Tambang ke Energi Bersih: Potensi Hidrogen dan Amonia Hijau di Kalimantan Timur
Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen dalam mendorong transformasi ekonomi daerah dengan menjadikan sektor Hidrogen Hijau dan Amonia Hijau sebagai pilar utama diversifikasi ekonomi berkelanjutan. Pengembangan sektor energi baru dan terbarukan (EBT) ini diproyeksikan tidak hanya mengubah citra Kaltim dari wilayah berbasis ekstraktif menjadi pusat energi bersih masa depan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta penguatan rantai nilai industri lokal.
Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE) menegaskan bahwa Kaltim memiliki posisi yang sangat strategis dalam peta transisi energi nasional maupun regional. Potensi besar Kaltim didukung oleh ketersediaan sumber daya energi terbarukan yang melimpah, seperti tenaga surya dan air, serta keberadaan lahan bekas tambang yang dapat direklamasi dan dimanfaatkan sebagai lokasi pengembangan fasilitas produksi hidrogen dan amonia hijau.
Sebagai contoh, kebutuhan air untuk proses elektrolisis hidrogen dapat dipenuhi dari sumber air permukaan, seperti sungai, maupun dari void-void bekas tambang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal meskipun perlu beberapa tahap pemurnian. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, tetapi juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan rehabilitasi lingkungan pascatambang.
Dari sisi geopolitik dan logistik, Kaltim juga memiliki keunggulan yang sangat kompetitif. Lokasinya berada di jalur pelayaran internasional utama, sehingga memudahkan akses ekspor ke pasar-pasar strategis di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Filipina, yang saat ini menunjukkan permintaan hidrogen dan amonia rendah karbon.
Kunci keberhasilan pengembangan hidrogen hijau dan turunannya terletak pada penetapan target yang matang, terukur, dan realistis, serta didukung oleh kebijakan yang konsisten dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. IFHE, sebagai bagian dari ekosistem nasional hidrogen, menyatakan komitmennya untuk mendukung seluruh kegiatan pengembangan ekosistem hidrogen dan turunannya, mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga fasilitasi kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas. Informasi ini disampaikan dalam acara Forum Konsultasi Daerah (FKD) yang diselenggarakan pada Kamis, 13 November 2025, bertempat di Hotel Aston Samarinda.